Featured
Recent Posts

July 26, 2017


Jepara, Jumbara merupakan akronim dari Jumpa, Bakti, dan Gembira, yang merupakan inti dari kegiatan ini, dengan mengambil tema "Relawan Masa Depan, Berkarakter, Kompeten dan Profesional Bersama Mengabdi untuk Lingkungan dan Kemanusiaan".

Acara ini dilaksanakan di Desa Pancur, Kecamatan Mayong Jepara, pada tanggal 9 Mei sampai 12 Mei 2017. Dan Yayasan Hasan Kafrawi di pilih untuk menjadi tempat melaksanakan kegiatan-kegiatan Jumbara

Sekitar 1000 orang lebih anggota PMR (Palang Merah Remaja) menjadi peserta yang merupakan Perwakilan Sekolah seluruh Kabupaten Jepara dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkatan SD/MI (Mula), SMP/MTs (Madya),  SMA/MA/SMK (Wira).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Ketua PMI Kabupaten Jepara, Kapolsek Kec. Mayong, Koramil Kec. Mayong, Banser Kec. Mayong, Basarnas, BPBD, LPBI NU, dan lain-lain.

Berikut beberapa dokumentasi selama acara Jumbara berlangsung yang di rekam oleh PMR Wira Adhi Bhakti.

Cr. KSR PMI UNIT UNISNU JEPARA



















February 21, 2017



Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat tentu mengalami berbagai kejadian yang bersentuhan dengan masalah kecelakaan. Baik dalam masalah terkilir atau terluka ketika melakukan aktivitas. Untuk itu, PMI menyediakan aplikasi mobile berbasis android yang berisi materi-materi mengenai pertolongan pertama, bernama PMI – FirstAid.

Apa itu Aplikasi First Aid?

Aplikasi First Aid adalah aplikasi berbasis android yang berisi materi-materi untuk memudahkan seseorang melakukan tindakan pertolongan pertama dasar bila menghadapai kondisi darurat disekitarnya

Apa Saja Fitur di dalam Aplikasi Ini?

Pelajari

Berisi informasi dan pembelajaran tentang penyakit-penyakit yang sering timbul termasuk kondisi darurat dikarenakan penyakit / kondisi tertentu.

Bersiaplah

Berisi tentang informasi dan pembelajaran pada kondisi bencana / menyiapkan diri pada kondisi bencana termasuk pengurangan risikonya.

Darurat

Berisi tentang informasi/tindakan yang harus dilakukan pada saat menghadapi kondisi darurat.

Ujian

Dalam menu ini pengguna diajak untuk menguji pengetahuan tentang pertolongan pertama.

Info Lainnya

Berisi tentang Aplikasi ini termasuk informasi tentang PMI dan kegiatan/layanannya, bagaimana membeli Tas PP, bagaimana menjadi relawan PMI, dan info lainnya.

Download: Andoid

sumber: PMI

February 20, 2017


Sekarang menuju puncak musim penghujan, dan rawan terjadinya bencana, sekarang kamu tidak perlu bingung lagi kemana harus melaporkan kondisi kedaruratan itu, kamu bisa melaporkan kondisi darurat yang ada di sekitarmu dengan menggunakan Aplikasi PMI Mobile Rapid Assesment atau di singkat dengan MRA di Android.

Yuk simak uraian singkat tentang PMI MRA.

MRA (Mobile Rapid Assessment) 

Adalah aplikasi sederhana berbasis android dan web yang dapat digunakan oleh masyarakat umum serta relawan PMI untuk mengirimkan dan menerima informasi bencana secara aktual, mudah dan cepat.

Fungsi MRA

1. Untuk melaporkan kejadian bencana alam kedaruratan lainnya secara langsung ke Posko PMI Pusat.
2. Pengguna aplikasi akan selalu menerima update informasi kejadian bencana dan kedaruratan lengkap dengan informasi dampak, kebutuhan, pengungsian, koordinat dan foto.

Tetap bisa digunakan, meskipun off-line!

Pelapor dapat mengisi data laporan seperti biasa. Setelah sampai tahap terakhir dan klik simpan maka semua data laporan bencana yang telah di inputkan akan di masukkan ke halaman draft Laporan. Secara otomatis data akan di upload ketika daerah lokasi pelapor sudah mendapatkan sinyal internet.

Bagaimana Aplikasi MRA untuk kemanusiaan?

Informasi yang akurat, mudah dan cepat akan menyelamatkan banyak jiwa. Masyarakat dapat berperan aktif untuk membantu sesama dengan cara memberikan informasi dengan menggunakan aplikasi MRA. Informasi yang tepat dapat membantu anda dan mereka yang terkena bencana.

Perlu diingat.

Aplikasi ini digunakan hanya untuk melaporkan kedaruratan langsung dari lokasi. PMI tidak berkewajiban untuk menanggapi atau memberi bantuan pada setiap laporan.

Laporkan Situasi Kedaruratan dengan Aplikasi Mobile Rapid Assesment PMI.

download Android

sumber: PMI

February 16, 2017



Gempa kembali mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Kamis (16/02) dinihari pukul 02:47 WIB. Gempa juga terasa hingga Lhokseumawe, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia merilis, pusat gempa berada pada 5.18 LU,96.19 BT (2 km BaratLaut KAB-PIDIEJAYA-ACEH) dengan kedalaman 14 km.

Gempa terjadi sebanyak 2 kali dengan guncangan cukup kuat. Akibatnya listrik di sejumlah Kecamatan padam. Sementara sejumlah warga berhamburan keluar rumah.

"Lumayan kuat gempanya, guncangan yang kedua terasa lebih kuat. Masyarakat disini berhamburan, dan saat ini masih bertahan diluar rumah mereka dan dijalanan karena masih trauma gempa Desember 2016 lalu," ujar Humas PMI Pidie Jaya, Nasruddin.

Tim ambulan PMI Pidie Jaya hingga dikonfirmasi, masih berjaga-jaga di Depan Pendopo Bupati Pidie Jaya untuk memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang membutuhkan.

Informasi sementara yang diperoleh dari Sukarelawan PMI di lapangan, terdapat satu korban dengan kondisi luka di kepala serta ada beberapa korban yang dilarikan RSU dan pukesmas terdekat. Sedangkan Kecamatan yang padam listrik sebagaimana informasi menyebutkan diantaranya Trienggadeng, Bandar Baru, Meureudu, dan Pante Raja.

sumber: PMI

February 14, 2017


Salah satu bahan yang menjadi perdebatan dalam RUU Kepalangmerahan adalah bentuk lambang dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang dianggap mirip simbol agama. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) menegaskan lambang PMI bukanlah lambang agama.

“Palang Merah itu (lambangnya) simetris, sedangkan salib itu kakinya panjang,” Tegas JK saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat RUU Kepalangmerahan di Komisi IX, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2).

JK menjelaskan betapa pentingnya sebuah lambang bagi organisasi kemanusiaan seperti PMI. Sebab, lambang berfungsi sebagai pengenal sekaligus pelindung. Oleh karena itu, harus sederhana sehingga mudah dikenali.

"Ini menyangkut lambang. Lambang itu pengenal dan pelindung, itu intinya. Kenapa begitu simpel karena dari jauh harus kelihatan. Dari jarak 1 kilometer harus kelihatan karena kalau tidak bisa ketembak dia (dalam situasi krisis atau perang). Oleh karena itu, harus simpel dan harus jelas. Contohnya, yang kita pakai lambang garuda, mungkin hanya 50 meter kelihatan lambang apa itu," jelas JK.

DPR Bertekad selesaikan RUU Kepalangmerahan
Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf Macan Effendy mengatakan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepalangmerahan sudah 10 tahun digagas DPR melalui usul inisiatif. Namun, selama itu RUU ini belum selesai dibahas dan menjadi RUU inisiatif Pemerintah. Mengingat betapa pentingnya peran Palang Merah Indonesia (PMI), Komisi IX mengupayakan RUU ini dapat diselesaikan dalam dua kali masa sidang.

Dede yang didampingi Wakil Ketua DPR  Korkesra Fahri Hamzah dan Wakil-Wakil Ketua Komisi IX Saleh P. Daulay, Syamsul Bahri dan Ermalena menambahkan, organisasi yang bersifat sosial itu baru memiliki Kepres RIS No. 25 Tahun 1950 dan Kepres 246 Tahun 1963 sebagai payung hukumnya, maka perlu diperkuat dengan UU.

“Ini sangat penting, karena Indonesia salah satu negara yang sering mengalami bencana. Karena itu kita perlu menyegerakan RUU Kepalangmerahan ini, untuk memperkuat organisasi sosial ini,” kata Dede.

Lebih lanjut politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, mandeknya RUU ini karena masalah pemilihan logo palang merah atau bulan sabit merah untuk PMI. Negara menunggu lahirnya UU ini apalagi di seluruh dunia hanya Indonesia dan Laos yang belum memiliki perangkat UU ini.

“Komisi IX akan segera membahas RUU Kepalangmerahan ini, kawan-kawan juga kelihatannya tidak ada masalah, semuanya menyetujui,” imbuh politisi asal dapil Jawa Barat itu.

sumber: Palang Merah Indonesia